Kilas Balik Mie Instan

Mie instan yang modern ditemukan pertama kali oleh momofuku ando merupakan seorang Taiwan yang pindah ke Jepang. Beliau adalah pendiri nissin foods yang menjadi pembuat mie instan yang terbesar di dunia.

 

Metode yang sederhana ini asal mulanya memasak mie rebus dengan kuah yang kaya akan rasa lalu deep fried dengan minyak kelapa sawit untuk mengeringkannya sehinggi membuat kering sekali. Untuk mengkonsumsinya, hanya dipanaskan oleh air panas.

 

Dalam beberapa metode yang dilakukan untuk membuat mie instan yang telah dicoba, termasuk cara dari pengasapan dan penggaraman, tetap saja akhirnya penggorengan menggunakan minyak sawit yang terbaik.

 

Pada tahun 1958 nissin mengeluarkan mie instan yang pertama, chicken ramen di Osaka. Lompatan bersejarah selanjutnya pada tahun 1971 disaat nissin memperkenalkan mie cup kepada dunia. Kemudian disusul dengan perkembangan lainnya termasuk tambahan dari sayuran yang dikeringkan untuk melengkapi hidangan pada mie tersebut.

Kilas Balik Mie Instan

Ketika tahun 2000 survei yang diselenggarakan oleh Jepang mendapati bahwa mie instan adalah temuan yang paling bermanfaat di abad ini.

Menurut instant ramen manufacturers association dan dan world instant noodles association negara-negara di Asia yang menempati juara terbaik dalam pembuatan dan konsumsi.

 

Tahun 2005 telah mengeluarkan 85 miliar bungkus mie rebus instan yang telah dikonsumsi oleh seluruh dunia. Tiongkok menempati posisi pertama dalam mengkonsumsi mie instan dan diproduksi sekitar 50 miliar bungkus, bahkan Indonesia pun melampaui dari negara Jepang mencapai kurang lebih 15 miliar bungkus dan Jepang kurang lebih 6 miliar bungkus.

 

Dalam nilai perekonomian dari mie instan di Indonesia mencapai 15 triliun di Indonesia pada tahun 2008. Perkembangan mie instan mulai melesat pada tahun 2004 dimana dari 979.628 ton menjadi 1.691.588 ton pada tahun 2006 dengan perkembangan rata-rata 18.6% dalam per tahun, ini merupakan tertinggi di dunia.

 

Pada tahun 2009 sudah diperkirakan bahwa dalam kapasitas produksi sudah mendekati 1.9 juta ton, bertumbuh menjadi 8.9% dari tahun 2008. Sehingga, dalam besarnya produksi mie instan di seluruh dunia dan semakin populer di mana-mana, kemudian kebutuhan minyak sawit pun terus melambung.

 

Kebanyakan dalam produksi minyak sawit di dunia hanya untuk proses dalam produksi mie instan, bukan untuk bio-diesel seperti anggapan dari pecintan lingkungan. Dalam beberapa tangki yang dimasuki dengan minyak kelapa sawit dibanding dengan minyak sawi yang digunakan untuk proses mie instan, maka tidak bisa dibandingkan sama sekali.

Dalam penemuan mie instan momofuku ando sudah meninggalkan bumi ini di usia 96 tahun pada tahun 2007. Kemudian jasa-jasanya dikenang sepanjang masa pada the most populary culinary in the world.

Related Posts

About The Author

Add Comment